CHOKE TIDAK TERAWAT BISA BOROS BBM DAN TENAGA NGEDROP
Choke didesain pabrikan untuk mempermudah start saat mesin dingin, terutama dipagi hari. Perangkat ini berfungsi untuk memperkaya campuran bahan bakar agar mesin mudah hidup.

Masalahnya karena banyak pemilik motor yang kurang ngeh fungsinya, choke justru jarang digunakan. “kalau jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali justru akan merugikan. Pada valve choke sering kena karat dan kotoran. Sehingga saat tuas ditarik dan dikembalikan keposisi semula valve gak mau menutup sempurna. Sehingga terlalu banyak bensin yang masuk ke mesin. Boros dan tenaganya drop,” terang Rovino Senjaya, kepala mekanik kenjeran, Surabaya.

Masih menurut kepala mekanik Susuki yang juga seorang drag biker ini, “dengan sering menggunakan choke, secara tak langsung itu berarti merawat choke valve dan kabelnya. Kotoran rontok karena gerakan choke,”jelasnya. 

Tapi jika choke sudah terlanjur macet karena kotoran mending segera dibersihkan. Buka choke, lantas bersihkan valve choke ( gambar 1). “Biasanya divalve choke ini kotoran sering menumpuk. Untuk membersihkan menggunakan kuas dengan bensin (gambar2) atau bias memakai pakai carb cleaner,” jelasnya lagi.

Setelah valve choke bersih jangan lupakan juga untuk melumasi kabel penarik. Lakukan 2 arah dari atas dan bawah. “Umumnya sling choke berkarat karena tidak digunakan. Karat ini timbul karena air yang masuk pada kabel choke. Gunakan oli dan masukkan dari 2 arah. Dari bawah (gambar 3) dan atas (gambar 4) supaya pelumasan merata dari ujung kabel atas sampai bawah,” sebut kepala mekanik asal Surabaya ini. Lakukan proses menarik-ulur kabel gas supaya oli ratamelumasi sling choke.

Jika sudah selesai pasang kembali. Hati-hati saat proses pengencangan karena ditakutkan jikapengencangan terlalu kuat, ulir pada karbu akan slek (Dian).
MODIF CEPER SUZUKI SATRIA FU 2007
Meski udah miliki kuda besi dengan genre yang sporty habis, namun karena kecintaanya Ferry Ardiansyah konsisten bergaya ceper, maka langkah modif yang ditempuhnya justru bukan gambotisasi kaki-kaki seperti layaknya modif pada kuda besi sporty macam Suzuki Satri FU.

“Ceper tetap oke meski aseso modifnya minim,” dalih cowok yang terbilang siswa SMKN 5 Surakarta. Kunci pertama rombak ke ceper style tetap wajib melalui potong per dan tabung sokbeker depan.

Begitu kaki depan kena kepras, menyesuaikan disektor kaki belakang. Untuk yang belakang doi cukup meminang selonjor monosok Jupiter MX. “Monosok MX lebih pendek dari bawaan FU, jadi tak perlu repot untuk dapatkan performa cepernya,” uncap ceperis yang tergabung dalam komunitas S3C Solo ini. Makin moncer ceperisasi doi dengan pilihan pengaspal mungil ukuran 2. 15-17 pada karet hitam swallow.

Aseso cukup dengan sebiji tachometer variasi di sisi kiri stang kemudi. Finishing, proyek motor ceper cukup dengan permainan kaki-kaki dan pengecatan saja. Untuk pengecatan ini doi lakoni dengan melabur sekujur cover dengan biru Suzuka yang agak menawan oleh pinstrip mungilnya yang lantas ditutup oleh aksi clear Blinken.(dnr)
CEPER CAKEP SUZUKI SATRIA 2008
Punya prinsip tegas tentang ubahan pada kuda besi pacuan hariannya, gak perlu neko-neko cukup ngandalin tampang cium bumi dan dipandu dengan unsure fanky. “Ubahan ceper emang nggak ada matinya. Apalagi dengan sedikit sentuhan kreatifitas modif tampilannya jadi kian cekep,” tunjuk Vebby.

Langkah perdana total baju dikirim ke TJ Paint custom yang buka workshopdi bilangan ganesa 1 Kudus agar dilabur warna putih kombinasi grafis tajam. “Agar kian gahar sengaja TJ menambahkan aksen pemanis motif bendera start,” bilang Vebby. “Bahannya pakai cat dan clear Blinken,” buks Teje. Kesan ngesotnya kian kuat terpancar lewat pengganti monosok milik Jupiter MX yang memiliki dimensi lebih pendek sedangkan depannya Vebby cukup mlorotin as soknya mentok ke ‘T’.

“Matching dengan sebutan ceper cakep sector undercarriage jadi menu wajib buat dikinclongi cairan elektro plating. Pengerjaan kromnya aku pasrahin ke Kanigoro Krom Juwana,” terang penyaku KTP di JL. Mlati Kidul Kudus.(andre) 
CEPER SUZUKI SATRIA FU 2006
“Nggak puas kalo nggak ceper, kan ceper itu modifikasi yang menasional dan memasyarakat. Nggak peduli meski FU sangat sporty tapi kalo urusan modif, tetap ceper,” bilang Sami Khosir keukeuh dengan niatnya..

“Gaya ngesot cium bumi nggak bikin ribet dipake harian, apalagi digeber kesekolah jadimakin gaul,”imbuh cowok yang tiap hari buka buku di SMK AL Hikmah mayong Jepara. Proyek awal, sok depan diplorotin mentok ke T bawah sedangkan untuk buritan doi cukup ganti dengan sok milik Jupi MX yang punya ukuran lebih pendek.

Selanjutnya pewarnaan berlanjut ketotalitas cover bodinya. “Biar aman dari tilang, pilihan kombinasi warna pakai sesuai STNK biru, tapi warna baru ini sedikit kutambah efek mutiara,”beber Sami yang mendaulat AB Art untuk ngelabur total baju blue ocean yang dilapisi pernis Blinken.

Doi cukup pede nginclongin sector under carriage mulai dari sok depan, kaliper hingga swing arm. “Pengerjaan aku pasrahin ke Kondang Murah jepang Kudus,” tutur Sami(andre)  
KAWASAKI KZ 200 MERZY ‘85
Website bawa berkah, buat Reynaldo Handoko, juragan BJM modified yang punya website www.bjmmodified.com ini dapat memberinya order,”Aku masih di Australia dan browsing ketemulah dengan BJM dan berlanjut facebook dan sms dan setelah pulang membangun sebiji chopper berbasis Binter merzy,”tukas Irlam.

Mestinya Irlam pengen chopernya pake engine S&S 1300 tapi berhubung nunggu lama, doi pun nggak sabar. Kawasaki Binter Merzy tinggalan ortu yang udah ngendon puluhan tahun digarasi rumah Irlam dibangkitkan dari tidur panjangnya.

“Yang dipake Cuma mesinnya aja kok, itupun juga nggak lengkap dari nyari beberapa part-part mesin yang hilang,” terang handoko. Tema style chopper, Irlam jatuh cinta pada Choper Pro street yang kental dengan nuansa bikers negri Paman Sam.

Dimensi mesin pun otomatis juga akan mempengaruhi estetika chopper, rangka akan terlihat kosong. Eits…tunggu dulu ternyata Han-han juga memikirkan hal serupa serta detail itu, so demi ngakalin kekosongan disektor mesindoi menambahkan variasi hand made yang mirip girboks yang lengkap dengan tongkat persneling serta open belt.

Sedang variasi penunjang lainnya juga murni dibuat hand made macam standar belakang dibuat ala kaki elang. Bodi total hand made berbahan galfanis 2mm juga nggak mau kalah aksi dengan gaya nyeleneh yang ditampilkan menyatu mulai dari gas tank yang menyerupai kepala reptile pedalaman Amazonmencaplok setang resik sampai spatbor buritan yang keseluruhannya dilabur cat hijau candytone glitter.
“dililit air brush monster disini akan tampak jelas terpancar ide-ide liar Han-han patut diperhitungkan,” tutup Irlam.(Andre)
YAMAHA MIO BERGAYA LOW RIDER
Danang kesengsem juga dengan gaya low rider yang bejibun tampil dijagad modif. “jujur akui, kalau tunggangan low rider memang lebih nyaman, rasa softail ada disini,” girang pria yang akan mengakhiri masa lajangnya. Jadi klop juga, buat kado pernikahan ni!.

Arahan modifnya sedikit digiring keretro klasik, urusan kali ini yang bicara memang selera. Pengerjaan modifnya, Danang percayakan pada Tomy Begawan Toms Art di kawasan Rungkut Menanggal, Surabaya.

Rombakan bodi dilakukan pada sector front top kover, untuk pemasangan bed lamp Yamaha fino. “untung saja dimensi bodi Mio dengan fino sama, jadi ya serasi,” tunjuk Tomy yang juga meneruskannya dengan pemasangan stang dan speedometer fino bidang jok dipesannya khusus bergaya retno dengan kerutan khas sofa.

Proses modif berlanjut dengan pengecatan ulang keseluruhan bodi warna kombinasi hitam dan silver, dengan pemisah pin warna strip emas pada kaki-kakinya ditopang pelek tapak 5’ ring 14 di belakang dan depan 4’ ring 14, serta penggantian tromol depan belakang cnc produk variasi.

Sector kaki-kakinya ditopang sok depan produk LHK dan belakang dikawal monosok marzoochi. Menu low rider versi Danang, merasakan bantingan stir tak berat ketika bracket mesin dipatok pada 12cm(pid) 
OLD SCHOOL STYLE HONDA CB
Old school Japs Style. Pas banget buat penyuka retro custom yang memakai basis motor sport macam ciebie. “Kayaknya CB, emang pas buat Japs Style,” kata Andri

Warga lembang ini, juga tak perlu melakukan langkah ekstrem buat proyek modifnya. Karena rangka nyaris utuh.

“Tinggal babat dikit tulang ekornya lalu rada ditinggikan,” tunjuk dia. Klop dan matchingdengan jok berikut kolam bensin costom nya. Sementara itu stang pake HDS agar lebih jangkung dengan head lamp bulat jabelan boil.

Biar lincah digeber diatas aspal Lemabang, so pasti kaki-kaki mesti sip. Kedua peleknya ngandalin produk TK 350/17 didepan dengan tromol mio yang diatasnya ditemani penahan laju TZM dengan kaliper Brembo 4 piston.

Sementara belakangnya berukuran 425-17” bertromol Supra xx dengan cakram Satria berkaliper Brembo. Kelar dengan modifnya, sang owner merombak dapur pacunya dengan perangkat full tigi yang diakhiri rombakan warna dinamis by studio Bhens Airbrushing dengan motif, khas retro Japs Style.(rob)